08 July 2026 · Admin CUTraining
"Sebuah desa bisa menjadi destinasi wisata bukan karena memiliki tempat yang indah, tetapi karena masyarakatnya mampu mengubah potensi menjadi kekuatan bersama."
Semangat itulah yang dibawa pulang oleh 4 orang peserta Magang Intensif Pengembangan Komunitas Wisata Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) setelah mengikuti pembelajaran selama enam hari di Desa Wisata Krebet dan Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–16 Mei 2026 ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat mampu membangun wisata yang bukan hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga, menjaga budaya, dan melestarikan lingkungan.
Di Desa Wisata Krebet, peserta disambut oleh semangat masyarakat yang menjadikan seni dan kreativitas sebagai penggerak ekonomi desa. Batik kayu yang dahulu hanya kerajinan rumahan kini berkembang menjadi daya tarik wisata yang dikenal hingga mancanegara.
Peserta tidak hanya mendengar cerita keberhasilannya, tetapi juga terlibat langsung dalam proses membatik kayu dan membuat ecoprint. Dari pengalaman tersebut, peserta belajar bahwa produk sederhana dapat memiliki nilai yang luar biasa ketika dikelola dengan baik, dikemas secara menarik, dan didukung oleh kerja sama masyarakat.
Lebih dari itu, Desa Wisata Krebet menunjukkan bahwa keberhasilan wisata tidak lahir secara instan. Di balik setiap kunjungan wisatawan terdapat tata kelola yang rapi, pelayanan yang baik, pembagian peran yang jelas, dan komitmen bersama untuk terus berkembang.
Perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Nglanggeran, salah satu desa wisata terbaik yang telah mendapatkan pengakuan hingga tingkat internasional.
Di tengah keindahan Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran, peserta melihat bagaimana potensi alam dapat dikelola menjadi sumber penghidupan masyarakat. Tidak hanya menawarkan panorama yang memukau, Nglanggeran juga menghadirkan pengalaman wisata yang sarat edukasi.
Mulai dari trekking, pengelolaan homestay, hingga wisata edukasi kakao dan cokelat, semuanya melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Setiap warga memiliki peran, setiap kelompok memiliki kontribusi, dan setiap aktivitas wisata memberikan manfaat bagi komunitas.
Yang paling menginspirasi adalah bagaimana masyarakat Nglanggeran menjaga semangat gotong royong. Wisata bukan milik segelintir orang, tetapi menjadi ruang bersama untuk tumbuh dan berkembang.
Magang ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi CUSS dalam mengembangkan komunitas wisata di wilayah pelayanan. Berbagai praktik baik yang ditemukan selama di Yogyakarta menjadi inspirasi untuk memperkuat kelembagaan komunitas, meningkatkan kapasitas anggota, mengembangkan produk lokal, serta membangun paket wisata yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal Toraja.
Setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, yang akan dibawa pulang bukanlah meniru apa yang ada di Yogyakarta, melainkan mengadaptasi semangat, pola pikir, dan cara kerja yang telah terbukti berhasil.
Dari seluruh proses pembelajaran ini, ada satu hal yang menjadi benang merah: keberhasilan wisata tidak dimulai dari bangunan megah atau modal yang besar. Keberhasilan wisata dimulai dari masyarakat yang percaya pada potensi daerahnya, mau bekerja sama, dan terus belajar untuk berkembang.
Melalui kegiatan magang ini, Credit Union Sauan Sibarrung semakin optimis bahwa komunitas wisata dapat menjadi salah satu jalan pemberdayaan anggota. Bukan hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga menjaga budaya, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, wisata terbaik bukanlah tentang tempat yang dikunjungi, melainkan tentang kehidupan yang bertumbuh bersama di dalamnya.